BEKASI – Kota Bekasi bersiap menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Ketua DPRD Chairoman Juwono Putro mengatakan pihaknya bersama Pemerintah akan terus melakukan pembahasan persiapan PSBB.
Seperti diketahui, Penerapan PSBB di Kota Bekasi telah diajukan kepada pemerintah pusat melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Saat ini, Pemkot Bekasi hanya menunggu waktu penerapannya
Chairoman menuturkan, penerapan PSBB ini tak menutup kemungkinan akan lebih besar dampaknya terhadap ekonomi. Akan tetapi, keselamatan jiwa menjadi nomor satu.
“Banyak yang kita bahas, mulai penanganan pasien, rekayasa lalu lintas, kesiapan dapur umum, dan kesiapan logistik. Termasuk juga ketika sudah PSBB ini harus disiapkan dengan social safety net atau jaringan pengaman sosial agar tidak memunculkan jaringan sosial baru,” kata Chairoman (9/4).
Dalam rapat, Chairoman katakan, selain pembahasan pengalihan anggaran daerah untuk penanganan Covid-19, disepakati juga bahwa keselamatan jiwa adalah yang utama.
“Kita sepakat bahwa yang kita prioritaskan adalah keselamatan jiwa, ini paling utama. Apa pun konteksnya, ekonomi nomor dua, namun tetap mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak sampai lumpuh sama sekali,” tuturnya.
Chairoman juga menyarankan agar pengeluaran anggaran berfokus pada tiga aspek, yaitu kesehatan, sosial safety net, dan ekonomi.
“Aspek sosial safety net itu warga terdampak ekonomi perlu diberi bantuan, untuk aspek ekonomi kaitan dengan bergeraknya UMKM,” jelasnya.
Lanjutnya, Chairoman terangkan, dari jumlah APBD sekitar Rp 5,8 triliun, separuhnya berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah). Sisanya, dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang bersumber dari pemerintah pusat. (adv)
(son)












Komentar