“Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Harus Dipermudah?”
BEKASI – Oknum keuangan DBMSDA Kota Bekasi yang biasa dipanggil SITI, DILA, JEFRI, diduga kuat mempersulit pencairan proyek dengan maksud mendapatkan UANG PELICIN dari pengusaha.
Hal itu dikatakan FINA, seorang pengusaha yang saat ini dokumen pencairannya masih GAIB (16/10).
Kepada Media7, FINA mengatakan dokumen SPM CV QSB sengaja ditahan oknum keuangan DBMSDA dan tidak diteruskan ke KASDA.
Lanjut, setelah dirinya marah-marah, akhirnya berkas itu diteruskan bagian keuangan DBMSDA ke KASDA.
Sampai di KASDA, ternyata berkas FINA ditemukan kesalahan akibat kelalaian orang DBMSDA yang sengaja input nomor rekening tidak lengkap, sehingga Bank BJB mengembalikan berkas ke KASDA, lalu KASDA kembalikan ke DBMSDA untuk diperbaiki.
Proses perbaikan berkas tersebut, kata FINA, memakan waktu berhari-hari sampai dirinya lelah memohon.
Setelah lama menanti, kata FINA, orang DBMSDA memberitahu kalo berkasnya sudah diperbaiki dan dikirim ke KASDA.
Namun sampai di KASDA, lagi-lagi berkas FINA ditemukan kesalahan, kali ini lebih GILA, FINA katakan nomor rekening yang diinput oknum keuangan DBMSDA adalah nomor rekening perusahaan orang lain.
Akhirnya, BJB kembalikan berkas ke KASDA, lalu KASDA kembalikan ke DBMSDA untuk diperbaiki lagi, dan begitu seterusnya.
Anehnya, Kepala DBMSDA Aceng Solahudin dan Sekretaris Idi Sutanto saat dikonfirmasi tidak ada tanggapan.
“Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?” begitulah dugaan kita kepada pejabat tersebut.
FINA kini tak tau harus bagaimana.
Lewat Media7, FINA meminta Walikota Bekasi untuk turun tangan bersihkan Birokrasi di DBMSDA.
“Saya minta Pj Walikota bisa bersihkan birokrasi di DBMSDA, informasi ke saya ternyata banyak yang dipersulit proses pencairannya oleh SITI, DILA, JEFRI,” ujar FINA.
Mampukah Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad Bersihkan Birokrasi Pencairan Proyek di DBMSDA?
Bersambung…
/son












Komentar