BEKASI – Pemerhati Kebijakan Publik, Didit Susilo meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas dan mengungkap motif pengeroyokan Wartawan Radar Bekasi bernama Surya Bagus (25) yang ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar kostnya.
“Ini harus cepat diusut tuntas, ini sudah pidana berat, ini bentuk kekerasan verbal terhadap Pers,” tegas Didit Susilo (9/6).
Didit katakan, jika kasus ini menyangkut kegiatan Pers yang dilakukan korban, maka kepada semua Lembaga Pers di Bekasi untuk mengeluarkan sikap secara resmi dan meminta asistensi Dewan Pers.
“Jika menyangkut kegiatan Pers, maka ini jelas sebuah teror kepada Pers, targetnya agar korban (jurnalis) dan komunitasnya menjadi tidak aman dalam bekerja,” kata Didit.
Kasubag Humas Polres Kota Bekasi, Erna Ruswing Andari meminta agar masyarakat dan rekan-rekan media tetap bersabar, menunggu kepolisian menemukan titik terang.
“Kepolisian sudah mengecek kondisi korban hingga ke kamar kostnya, namun korban belum bisa dimintai keterangan karena masih di ruang ICU usai menjalani operasi,” kata Erna melalui WhatsApp.
Seperti diketahui, Wartawan Radar Bekasi, Surya Bagus (25), ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dengan luka lebam di kepala, ditempat kostnya, di Rawalumbu, Kota Bekasi (3/6).
Surya langsung dibawa ke RSUD oleh rekannya bernama Beni. Hingga kini korban dirujuk ke RS Awal Bross dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Eka, kekasih pujaan hati Surya, mengatakan bahwa kekasihnya menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal, di Jl. Pengairan sebelah utara Pusat Perbelanjaan Mega Hypermall Giant. Hal itu diterangkan Eka kepada media saat Surya sempat sadar diri sesaat setelah menjalani operasi saraf otak.
“Kejadiannya malam jam 23, Surya di pepet orang tak dikenal, pelaku langsung memukul dibagian kepala hingga mengenai tempurung, Surya langsung tancap motor ke kostan, sampai di kamar kost, Surya ditemukan tak sadarkan diri,” kata Eka menceritakan.
(Sim)












Komentar