oleh

Brutal, Pengendara Moge di Bekasi Pukul Anak Sekolah

BEKASI – Oknum pengendara Moge di Kota Bekasi YOKE YOHANES alias YOKE (54 th) diduga kuat melakukan kekerasan kepada DRF yang merupakan seorang anak SMA kelas 1.

YOKE diketahui memukul DRF yang masih memakai seragam sekolah hingga korban tak sadarkan diri dan patah tulang bagian hidung.

Saat ini (9/1/2025), kasus YOKE sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Negeri Kota Bekasi dengan perkara nomor 659/Pid.Sus/2024/PN Bks.

Oknum Jaksa Merekayasa Fakta

Damayanti selaku orangtua korban menuding oknum jaksa merekayasa fakta dengan berdalih seolah-olah YOKE berstatus anak-anak sehingga bebas dari dakwaan primair tindak pidana kekerasan anak.

“Menyatakan agar terdakwa YOKE anak dari Honorius Namsa tidak terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak,” tulis jaksa dalam isi tuntutan dakwaan primair (6/1/2025).

Isi tuntutan dakwaan primair terdakwa YOKE

“Sejak kapan si YOKE anak-anak? dia umur 54 tahun, alat bukti semua lengkap, ini ada apa?” kata Damayanti kepada Media7 (8/1/2025).

Kasus ini belum mendapat tanggapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

DPPPA Bekasi Siap Bantu Korban

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi siap memberi bantuan hukum kepada DRF.

Kabid Penanganan Kekerasan Anak DPPPA, Dra Mien Aminah meminta keluarga korban segera membuat laporan ke DPPPA.

“Saya minta orangtua DRF untuk membuat laporan ke DPPPA agar kami segera turun menangani kasus tersebut,” ujar Mien (8/1/2025).

Kronologis Kejadian

Damayanti menerangkan, kasus ini bermula pada 10 September 2024 saat korban DRF pulang sekolah dengan sepeda motor.

Setiba di Komplek Pondok Cipta Bintara, pelaku YOKE menghampiri dan memaksa korban untuk berhenti, tanpa basa basi YOKE langsung memukul korban.

Seketika itu DRF langsung bercucuran darah dan tak sadarkan diri, YOKE diduga tidak mau menolong korban. Akhirnya DRF dibantu orang yang melintas dan dibawa ke RS Islam Pondok Kopi menggunakan mobil box ekspedisi.

Hasil pemeriksaan dan visum, DRF mengalami patah tulang bagian hidung dan kondisi traumatik.

Jurnalis : Budi M7

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed