oleh

Skandal MIRZA dan JEKKY Dibalik Kasus Penggelapan Toyota Fortuner Kredit Plus Terungkap

JAKARTA – Keterlibatan oknum pada kasus penggelapan Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD selaku konsumen Kredit Plus Pondok Kopi semakin TERANG.

Mirza diketahui sebagai SPV Marketing, dan JEKKY adalah Marketing. Keduanya bekerja di Kredit Plus Pondok Kopi Jakarta Timur.

Seperti diketahui, JEKKY diduga melakukan penggelapan mobil Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD.

Berawal ketika MSD yang SUDAH MALAS dengan kewajibannya membayar angsuran kepada Kredit Plus.

Melihat kesempatan itu, JEKKY membujuk MSD agar menyerahkan Toyota Fortunernya kepada dirinya.

Akhirnya, MSD menyerahkan Toyota Fortuner miliknya kepada JEKKY dengan bukti berupa Surat Pernyataan Titip Unit.

“Dititipkan Selama Dapat Membayar Angsuran”, tulis MSD dalam surat pernyataan bermaterai, pada Rabu 28 Juni 2023.

Keesokan harinya, JEKKY menghubungi POLIN selaku Collection Kredit Plus dan meminta POLIN untuk mencarikan dana.

Satu bulan kemudian, Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD sampai saat ini Tidak Diketahui Keberadaannya.

FAJRI selaku Collection Kredit Plus mengatakan JEKKY telah menggadaikan mobil tersebut.

“Mobil itu sudah digadai JEKKY,” ujar FAJRI kepada Media7 (19/10).

PERAN MIRZA AKHIRNYA TERUNGKAP

Selanjutnya, JEKKY DIPECAT dari KREDIT PLUS.

Ketika JEKKY dikonfrontir di Polsek Medan Satria, MIRZA diketahui setia mendampingi JEKKY. Padahal posisi JEKKY sudah DIPECAT dan sudah didampingi juga oleh pengacaranya. ADA APA?

Pemecatan JEKKY juga menjadi pertanyaan, mengapa disaat kasus ini ditangani Kepolisian, JEKKY justru dipecat? Bukankah ini mempersulit penyelidikan?

Menurut informasi, JEKKY sampai saat ini belum di BAP oleh kepolisian. ADA APA?

Selanjutnya, karena tidak ingin JEKKY berpotensi menjadi tersangka, MIRZA diduga melakukan FITNAH dengan menuduh teman sekantornya.

Caranya, MIRZA mempengaruhi anak MSD bernama SEILVA untuk membuat pernyataan melalui Surat dan Video bahwa Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD bukan saja diserahkan kepada JEKKY, tetapi kepada POLIN, FAJRI, dan IRWAN.

Akhirnya, SEILVA saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat dirinya adalah atas perintah MIRZA.

“Pernyataan saya di surat dan video itu yang buat MIRZA, saya disuruh MIRZA,” ujar SEILVA kepada Media7 (20/10).

SEILVA juga katakan dirinya hanya mengenal JEKKY, tidak kenal dengan IRWAN dan FAJRI.

“Saya cuman kenal JEKKY doang, yang lain tidak kenal,” ujar SEILVA kepada Media7.

Sementara, MIRZA saat ditemui tidak mau diwawancara.

/son

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed