oleh

Penggelapan Mobil di Kredit Plus, Konsumen : Ini Sudah Diatur, Nonsense Kalau Gak Tau

JAKARTA – Kasus penggelapan Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD selaku konsumen Kredit Plus Pondok Kopi Jakarta Timur semakin TERANG.

JEKKY selaku Marketing Kredit Plus Pondok Kopi diduga menggelapkan Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD.

MSD katakan INI SUDAH DIATUR.

“Unit kan sama dia, dan itu sudah diatur, semuanya itu saya sudah tau, si-A si-B si-C itu lingkaran, nonsense kalau gak tau,” ujar MSD kepada Media7 (20/10).

Dijelaskan oleh narasumber :

Berawal ketika MSD yang SUDAH MALAS dengan kewajibannya membayar angsuran kepada Kredit Plus.

Melihat kesempatan itu, JEKKY selaku Marketing Kredit Plus membujuk MSD agar menyerahkan Toyota Fortunernya kepada dirinya.

Akhirnya, MSD menyerahkan Toyota Fortuner miliknya kepada JEKKY dengan bukti penyerahan berupa Surat Pernyataan Titip Unit.

“Dititipkan Selama Dapat Membayar Angsuran”, tulis MSD dalam surat pernyataan bermaterai, pada Rabu 28 Juni 2023.

Keesokan harinya, JEKKY menghubungi POLIN selaku Collection Kredit Plus untuk memberitahu bahwa Toyota Fortuner B 1441 KJI sudah di tangannya dan meminta POLIN untuk mencarikan dana.

Satu bulan kemudian, singkat cerita, Toyota Fortuner B 1441 KJI milik MSD sampai saat ini Tidak Diketahui Keberadaannya.

FAJRI selaku Collection Kredit Plus mengatakan JEKKY menggadaikan mobil tersebut.

“Mobil itu sudah digadai JEKKY,” ujar FAJRI kepada Media7 (19/10).

ADA PERSENGKONGKOLAN JAHAT

Selanjutnya, pada 15 agustus 2023, anak dari MSD bernama SEILVA membuat pernyataan bahwa Toyota Fortuner B 1441 KJI sudah diserahkan kepada karyawan Kredit Plus bernama JEKKY, POLIN, FAJRI, dan IRWAN.

Merasa dirugikan, IRWAN mengatakan pernyataan SEILVA adalah TIDAK BENAR.

Menurut IRWAN, OTAK / DALANG yang mengatur SEILVA membuat pernyataan tersebut adalah MIRZA selaku Supervisor Marketing di Kredit Plus.

“Saya sama sekali tidak kenal MSD dan SEILVA, itu akal-akalan MIRZA, MIRZA adalah OTAK/DALANGnya,” ujar IRWAN kepada Media7 (19/10).

Tidak hanya IRWAN, FAJRI saat dikonfirmasi mengatakan MIRZA yang mengendalikan konsumen MSD dan SEILVA.

“Surat pernyataan itu yang buat MIRZA,” ujar FAJRI kepada Media7 (19/10).

SEILVA saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pernyataan yang dibuat dirinya adalah atas perintah MIRZA.

“Pernyataan saya di surat dan video itu yang buat MIRZA, saya disuruh MIRZA,” ujar SEILVA kepada Media7 (20/10).

SEILVA juga katakan bahwa dirinya hanya mengenal JEKKY, tidak kenal dengan IRWAN dan FAJRI.

“Saya cuman kenal JEKKY doang, yang lain tidak kenal,” ujar SEILVA kepada Media7.

Sementara, MIRZA saat di konfirmasi tidak ada tanggapan.

ADA KEJANGGALAN PENYELIDIKAN

Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Medan Satria Kota Bekasi, dengan laporan Nomor LP/B/218/IX/2023/SPKT tanggal 6 Sept 2023. Pelapor adalah BOY SARAGIH selaku Legal HO Kredit Plus.

Informasi yang kami peroleh, JEKKY selaku orang yang mengambil mobil dari konsumen, dan orang yang diduga menggelapkan, justru sampai saat ini belum di BAP.

Sementara, FAJRI mengatakan pada tanggal 20 September dirinya pernah di BAP oleh oknum Polsek Medan Satria di kantor Kredit Plus TANPA SURAT.

FAJRI akhirnya melaporkan ke PROPAM.

Kapolsek Medan Satria Kota Bekasi Kompol Nur Aqsha Ferdianto saat di konfirmasi tidak ada tanggapan (19/10).

/son

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed