oleh

RSUD Bekasi dan Kemenkes Bahas Kerjasama Kesehatan dengan Jerman

BEKASI – RSUD Kota Bekasi dan Kementerian Kesehatan gelar rapat daring membahas kerjasama kesehatan dengan Jerman.

Direktur Utama RSUD, Kusnanto Saidi MARS mengatakan rapat difokuskan pada bidang industri alat kesehatan Brain Lab, adapun alat tersebut sudah dimiliki RSUD Kota Bekasi sejak 2020.

Kusnanto katakan rapat ini adalah rapat lanjutan, setelah sebelumnya pada rabu (24/5) rapat yang sama digelar oleh Duta Besar RI untuk Jerman secara daring.

Kusnanto menjelaskan, kasus yang dapat ditangani oleh alat Brain Lab Stereotsxic System Curve meliputi Tumor Otak, Malformasi Arteri (Avm), Neuralgia Trigeminal, Neuroma Akustik (Schwannoma Vestibular), Tumor Hiporisis, Parkinson’s Disease, dan Epilepsi.

Lebih lanjut, Kusnanto menjelaskan alat ini dapat melakukan pembedahan invasive, minimal menggunakan sistem koordinat tiga dimensi untuk menemukan target kecil di dalam tubuh dan melakukan beberapa tindakan.

Namun, katanya, SDM masih menjadi kendala dalam penggunaan dan pengoperasian alat ini.

“Kendalanya adalah keterbatasan SDM. Baik itu dokter, perawat, serta tim teknis lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan alat Brain Lab,” kata Kusnanto (12/6).

Kusnanto katakan Kementerian Kesehatan akan kirim SDM untuk peningkatan kompetensi ke RSUP dr.Sardjito yang telah memaksimalkan penggunaan Brain Lab.

Rapat dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. Sementara, selain RSUD Kota Bekasi hadir juga RS PON, RS Kanker Dharmais, RSUP dr. Sardjito, RS Gading Pluit, dan RS Husada Bekasi.

/son

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed