“Perusahaan abal-abal memiliki direktur abal-abal, ahli abal-abal, dan kualitas pekerjaan abal-abal.”
BEKASI – Pada Mei 2023, Dinas Pendidikan Kota Bekasi melaksanakan 4 kegiatan “lelang” konstruksi pemeliharaan bangunan sekolah. Sekolah yang dimaksud yaitu SMP 1, SMP 9, SMP 21, dan SMP 25.
Pemenang lelang diduga kuat mencatut dan/atau memanipulasi dokumen guna lolos dari seleksi Pokja ULP, yang seolah-olah perusahaan tampak memenuhi syarat. Namun kenyataan dilapangan, syarat tersebut tidak bisa dibuktikan oleh pelaksana.
Kabid. SMP Dinas Pendidikan, Juli Hartini yang juga selaku PPK terkesan “tak peduli”. Mungkin, lantaran PPK sudah “menerima sesuatu”, pemborong pun tetap mulus lancar jaya mengerjakan proyek.
PPK : Saya sudah tanyakan ke pemborong (pelaksana), dan kata mereka sudah lengkap semua tuh.
Wartawan : Tim Media sudah ke lokasi proyek, dan tidak menemukan adanya tenaga ahli & peralatan utama sebagaimana yang disyaratkan. Ibu sebagai PPK yang bertanggung jawab, apakah ibu berani turun ke proyek bersama Media?
PPK : ??&$%!
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, UU Saeful Mikdar belum bisa memberikan keterangan.
Pekerjaan Pemeliharaan Bangunan SMP 1
Lelang kegiatan konstruksi pemeliharaan bangunan SMP 1 dimenangkan CV APRILIA dengan kontrak sebesar Rp 328 juta, lingkup pekerjaan yaitu Mengganti Plafond dan Atap.
Pekerjaan ini wajib memiliki Ahli Konstruksi Bangunan, Ahli K3 Konstruksi, kendaraan Pick-Up, Waterpass Automatic, Scaffolding, Perlengkapan Safety, dan Papan Informasi Proyek, sebagaimana yang diwajibkan dalam KAK.
Hasil penelusuran dilapangan, CV APRILIA diduga kuat tidak memiliki syarat tersebut.
“Tidak ada pak”, ujar pekerja.
Yang lebih hebatnya lagi, pekerja terlihat sedang bekerja menggunakan sepatu yang diduga SEPATU BOLA.

Tidak hanya itu, pekerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi. Dalam dokumen proyek, pekerjaan atap diharuskan mengganti rangka atap kayu dengan full baja ringan. Namun rangka kayu yang lama masih terlihat digunakan.

Pekerjaan Pemeliharaan Bangunan SMP 9
Lelang kegiatan konstruksi pemeliharaan bangunan SMP 9 dimenangkan CV WARREN BUANA dengan kontrak sebesar Rp 326 juta, lingkup pekerjaan yaitu Rehab Ruang Kelas dan Pembuatan Gapura.
Pekerjaan ini wajib memiliki Ahli Konstruksi Bangunan, Ahli K3 Konstruksi, kendaraan Pick-Up, Waterpass Automatic, Concrete Mixer, Scaffolding, Cutting Wheel 14, Perlengkapan Safety, dan Papan Informasi Proyek, sebagaimana yang diwajibkan dalam KAK.
Hasil penelusuran dilapangan, CV WARREN BUANA diduga kuat tidak memiliki syarat tersebut. Pelaksana tidak ingin diwawancara.

Pekerjaan Pemeliharaan Bangunan SMP 21
Lelang kegiatan konstruksi pemeliharaan bangunan SMP 21 dimenangkan LIMA TUJUH LIMA DEPALAN MAJU MAPAN dengan kontrak sebesar Rp 277 juta, lingkup pekerjaan yaitu Ganti Rangka Atap.
Pekerjaan ini wajib memiliki Ahli Konstruksi Bangunan, Ahli K3 Konstruksi, kendaraan Pick-Up, Waterpass Automatic, Scaffolding, Cutting Wheel 14, Perlengkapan Safety, dan Papan Informasi Proyek, sebagaimana yang diwajibkan dalam KAK.
Hasil penelusuran dilapangan, LIMA TUJUH LIMA DEPALAN MAJU MAPAN diduga kuat tidak memiliki syarat tersebut.
“Tidak ada pak”, ujar pekerja.

Pekerjaan Pemeliharaan Bangunan SMP 25
Lelang kegiatan konstruksi pemeliharaan bangunan SMP 25 dimenangkan SUKMA ADE LAMIN dengan kontrak sebesar Rp 288 juta, lingkup pekerjaan yaitu Pembuatan Pagar (dengan Struktur Beton K225).
Pekerjaan ini wajib memiliki Ahli Konstruksi Bangunan, Ahli K3 Konstruksi, kendaraan Pick-Up, Waterpass Automatic, Concrete Mixer, Scaffolding, Cutting Wheel 14, Perlengkapan Safety, dan Papan Informasi Proyek, sebagaimana yang diwajibkan dalam KAK.
Hasil penelusuran dilapangan, SUKMA ADE LAMIN diduga kuat tidak memiliki syarat tersebut.
“Tidak ada pak,” ujar pekerja.
Bahkan, pekerja mengaku membuat adukan beton K225 pakai pacul.
“Kami aduk beton pakai pacul,” kata pekerja.

Tak hanya itu, SUKMA ADE LAMIN diduga melanggar SKP (Sisa Kemampuan Paket). Menurut pengakuan pekerja, Perusahaan LIMA TUJUH LIMA DELAPAN MAJU MAPAN dan SUKMA ADE LAMIN dimiliki oleh orang yang sama.
“Di 21 dan 25 milik bos saya,” kata pekerja.

/son












Komentar