BEKASI – Seperti diketahui, dua pengunjung dikawasan Car Free Day Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi yang ditemukan terkonfirmasi positif Covid-19 membuat Ketua DPRD geram.
Ketua DPRD Chairoman Juwono Putro mengatakan virus corona sangat mudah menyebar di area kerumunan. Untuk itu, Ia pun mendesak agar Pemerintah Kota Bekasi segera menghentikan kegiatan CFD.
“Sudah dua warga ditemukan positif pada saat CFD, harus dihentikan kegiatan itu,” kata Chairoman (23/7).
Tak hanya itu, Chairoman juga meminta Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah langkah evaluasi kegiatan itu. Sebab, katanya, dikhawatirkan akan banyak penambahan kasus positif Covid-19.
“Pemkot kan sediakan 500 alat rapid test buat warga secara acak di area CFD, dari situ aja 8 reaktif dan 2 positif, kalau yang hadir 5 ribuan maka kemungkinan bisa lebih itu,” jelas Chairoman dari fraksi PKS.
Sementara, Anggota DPRD dari fraksi PDIP Nicodemus Godjang mengungkapkan hal serupa, Nico meminta agar semua kegiatan yang bersifat kerumunan / massa harus ditiadakan.
“Harus begitu, karena dari kerumunan ini lah mudah penyebarannya, apalagi sudah kedapatan 2 positif corona, harus dihentikan itu CFD,” ujar Nico.
Nico menilai, menggelar CFD di tengah pandemi Covid-19 tidak ada urgensinya.
Menurutnya, jikapun diterapkan protokol kesehatan, namun karena banyaknya pengunjung CFD maka kemungkinan petugas akan sulit melakukan pengawasannya.
“Kita tidak tahu bisa saja ada warga dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) yang justru malah cepat penyebaran virusnya,” kata Nico.
Sebelumnya, kegiatan CFD bakal tetap digelar meskipun ada dua pengunjung positif corona.
Demikian diutarakan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi kepada awak media di kediaman Rumah Dinas, pada Rabu (22/7). (adv)
(son)












Komentar