oleh

Begini Modus Penyelewengan Beras untuk Warga Miskin

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso beberkan penemuannya terhadap kasus penyimpangan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) (24/9).

Hal tersebut lantaran menjawab tudingan yang selama ini beredar bahwa beras Bulog terkesan tidak berkualitas.

Budi katakan bahwa penyimpangan beras program BPNT mencapai Rp 5 Triliun. Penyimpangan itu berasal dari permainan oknum yang menyerahkan beras kualitas jelek dan kuantitas sedikit.

“Harusnya diterima 10 kg, kenyataannya 7 kg, berarti disunat, berasnya dibilang premium padahal medium, belum lagi ada beras yang kualitasnya jelek dan berbau,” ucap Budi.

Budi katakan penerima bantuan BPNT dirugikan, lantaran beras yang diterima tidak sesuai antara kualitas dengan isi di dalam kemasan. Namun, masyarakat mau tidak mau harus menerima, kalau tidak dicoret dari BPNT.

Lanjutnya, Budi katakan akan segera mengungkap kasus ini bersama satgas mafia pangan.

(Reni Farida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed