oleh

Masyarakat Motung Minta BODT Beri Kejelasan Terkait Ganti Rugi Lahan

TOBA SAMOSIR – Masyarakat pengelola lahan kehutanan atau yang disebut gapoktan meminta BODT (Badan Otorita Danau Toba) berikan kejelasan terkait ganti rugi pengambil alihan lahan untuk dijadikan destinasi wisata terbesar di dunia. Hal itu disampaikan warga, Rianto Purba kepada opini rakyat melalui whatsapp (1/4/2019).

“Kami masyarakat (gapoktan) masih menunggu realisasi BODT mengganti rugi tanaman kami, sebagaimana telah ditentukan di destinasi yang sudah dimulai pembangunanya seperti lembah eksotis The Toba Nomadic Escafe,” terangnya.

Dia menambahkan apabila persoalan ini belum bisa diselesaikan, maka kami sebagai masyarakat motung pasti menentang pembangunan ini.

Pengacara Elifer Sidabutar. SH

Hal senada juga disampaikan oleh Elifer Sidabutar, putra daerah asal desa motung yang saat ini berprofesi sebagai pengacara saat dimintai keterangan oleh opini rakyat.

“Lahan kehutanan yang dikelola masyarakat motung ini merupakan mata pencaharian satu-satunya, hampir seluruh masyarakat motung hidup dari hasil usaha tanam kopi,” ujar Elifer

Elifer tegaskan, kehadiran BODT ke kampungnya membuat masyarakat ketakutan lantaran lahan yang selama ini jadi mata pencaharian akan diambil kembali oleh pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata. “BODT tidak memberikan alternatif lahan pengganti kepada masyarakat, melainkan menjanjikan untuk diberikan ganti rugi lahan,” ujar Elifer.

Baca juga : Pembangunan Lembah Eksotis Toba Nomadic Escafe Disambut Baik Masyarakat

Elifer katakan hingga saat ini tidak ada kejelasan ganti rugi lahan dari pihak BODT sehingga membuat masyarakat dilematis, khawatir masyarakat tidak mempunyai penghasilan lagi.

“Untuk itu saya meminta BODT segera memberikan penjelasan kepada warga terkait penggantian lahan atau tolak cangkul, jangan sampai masyarakat motung mengamuk dan menolak itorita tersebut,” tutupnya.

Reporter : Erik Hasibuan
Editorial : Ridwan Sidabutar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed