JAKARTA – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jakarta mengumumkan ada tambahan daftar 32 calon legislatif yang berlatar belakang mantan narapidana korupsi. Dengan adanya penambahan ini, total calon legislatif eks koruptor per hari ini berjumlah 81 orang untuk pemilu 2019. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa daftar tambahan ini diperbaharui berdasarkan laporan KPU di tingkat daerah.
“Jadi KPU provinsi dan kabupaten/kota melakukan pencermatan dan pemeriksaan lagi, kemudian melaporkan kepada kami bahwa ada beberapa data yang kemarin belum disampaikan,” kata Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, (19/02/2019)
Komisioner KPU Ilham Saputra membeberkan, 32 daftar tambahan eks koruptor ini merupakan caleg DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Dia merinci, sebanyak 7 orang merupakan caleg DPRD provinsi dan 25 orang caleg DPRD kabupaten/kota. Meski demikian, tak ada penambahan caleg mantan napi koruptor untuk DPD (Dewan Perwakilan Daerah). “Jadi DPD tetap tujuh orang (caleg eks koruptor),” kata Ilham dalam kesempatan yang sama.
Ilham berujar, KPU mengidentifikasi penambahan lima orang caleg eks koruptor dari Partai Hanura. Sehingga, jumlah caleg mantan napi korupsi dari partai pimpinan Oesman Sapta Odang ini kini berjumlah 11 orang atau terbanyak ketimbang partai lain.
Ada beberapa partai yang sebelumnya bersih kini tercatat memiliki caleg eks koruptor setelah adanya identifikasi tambahan ini. Di antaranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Nasdem tetap tak memiliki caleg eks koruptor.
Secara rinci berikut penambahan caleg eks koruptor dari setiap partai beserta jumlah totalnya.
• PKB : bertambah 2, total 2 orang
• Gerindra : tak ada penambahan, 6 orang
• PDI P : bertambah 1, total 1 orang
• Golkar: bertambah 2, total 10 orang
• Nasdem : tak ada penambahan, nihil (0)
• Garuda : tak ada penambahan, 2 orang
• Berkarya : bertambah 3, total 7 orang
• PKS : bertambah 1, total 2 orang
• Demokrat : bertambah 6, total 10 orang
• Perindo : bertambah 2, total 4 orang
• PPP : bertambah 3, total 3 orang
• PSI : tak ada penambahan – nihil (0)
• PAN : bertambah 2, total 6 orang
• Hanura : bertambah 6, total 11 orang
• PBB : bertambah 2, total 3 orang
• PKPI : bertambah 2, total 4 orang
Reporter : Reni Farida
Editorial : Ridwan Sidabutar





Komentar