BEKASI – 2(dua) Perusahaan Daerah milik Pemerintah Kota Bekasi, yakni Mitra Patriot dan Sinergi Patriot mendapat sorotan keras dari Komisi III DPRD.
Hal itu lantaran perusahaan tersebut belum memberikan laporan pendapatan dan progres kinerjanya.
“2(dua) BUMD itu belum memberikan laporan,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Murfati Lidianto, Sabtu (15/08).
Menurut Murfati, kondisi itu didapat setelah menggelar rapat evaluasi kinerja keuangan OPD dan BUMD.
“Dari BUMD yang ada, baru 2 yang setor PAD yaitu PDAM Tirta Patriot dan Perseroda Migas, dan setoran yang lebih dari 100% adalah BPR Syariah dan BJB,” ungkap Murfati.
Baca juga : Ketua Komisi 3 DPRD Murfati Himbau Masyarakat Tidak Telantarkan Tanah
Murfati jelaskan, berdasarkan hasil rapat tanggal 15 Agustus 2024, Tirta Patriot akan menyetorkan pendapatan sebesar Rp 1 miliar, Perseroda MIGAS setor Rp 1,5 miliar. Sementara target BPR Syariah mencapai 124,83 persen atau sekitar Rp 4,5 miliar, dan target BJB mencapai 108,96 persen.
“Jadi kepada Mitra Patriot dan Sinergi Patriot harus bekerja keras agar mencapai target, dan waktu tinggal empat bulan lagi,” ujar Murfati.
Namun demikian, kata Murfati, kondisi keuangan Pemkot Bekasi sangat aman untuk membiayai program dan kegiatan hingga tiga bulan ke depan.
“Keuangan kita aman sampai tiga bulan ke depan, karena capaian sudah sampai 59,00 persen,” tandasnya. (*ADV)
/son












Komentar