BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memberikan bantuan sosial tahap kedua kepada 150.000 keluarga yang terdampak Covid-19. Jumlah bantuan sosial tersebut meningkat dari rencana sebelumnya sebanyak 31.841 keluarga.
Kepala Dinas Ketahanan pangan, Pertanian, dan Perikanan Alexander Zulkarnain mengatakan hal tersebut sesuai dengan Keputusan Walikota Bekasi Nomor 460/Kep.226-DINSOS/IV/2020 tanggal 15 April 2020 yang menetapkan sejumlah 150.000 KK penerima Bansos Non DTKS.
“Kita lakukan penyesuaian sesuai kemampuan daerah dari rencana awal 31.841 KK penerima bantuan menjadi 150.000 KK,” ujar Alex melalui keterangan tertulis (4/5).
Alex mengatakan, bansos tersebut akan dibagikan dua kali kepada masing-masing keluarga pada bulan April dan Mei.
“Pendistribusian telah dilakukan sejak 14 April hingga 30 April 2020, aparatur juga kami gerakkan guna membantu pengepakan dan bongkar muat barang untuk disatukan kedalam satu paket sembako yang kemudian di distribusikan ke wilayah,” kata Alex.
Alex menerangkan bahwa harga paket bansos tersebut sebesar Rp 127.854 per KK, dengan rincian 5 kg beras dengan harga satuan Rp 12.800, 1 kaleng sarden 425 gram seharga Rp 18.000, 7 mie instan dengan harga satuan Rp 2.103.
Lalu, 1 liter minyak goreng seharga Rp 12.650, satu bungkus biskuit seharga Rp 8.687, satu kecap botol 140 ml seharga Rp 4.626, satu saos sambal 140 ml seharga Rp 3.475, dan 1 pcs kantong plastik seharga Rp 1.696.
“Anggaran Rp 127.854 per paket ini merupakan harga sesuai RKB. Namun, realisasi belanjanya per paket pangan per KK Non DTKS lebih efisien hanya Rp 118.868 sampai Rp 121.618 per paket,” terangnya.
Alex berharap jumlah paket sembako yang diberikan dari Pemerintah Kota Bekasi dapat bermanfaat dan membantu warga yang membutuhkan.
“Terlepas dari jumlah bantuan dan besarannya, saya berharap bantuan ini bisa diterima dan dimanfaatkan guna mengurangi dampak ekonomi warga,” tuturnya. (adv)
(Sim)












Komentar