BEKASI – Sebanyak 10 Rumah Sakit Swasta di Bekasi Timur menjalin kerjasama dengan Kecamatan Bekasi Timur untuk kegiatan SUNATAN MASSAL GRATIS 2024.
Mekanismenya, Pihak Rumah Sakit memberikan Fasilitas dan Bantuan Medis Gratis Sunatan Massal, sementara Kecamatan Bekasi Timur menyiapkan Peserta yang sudah dilakukan skrinning kesehatan.
Apa Kata Warga Bekasi Timur ?
Warga Duren Jaya (sebut saja si MELATI), mengatakan dirinya ditolak ikut Sunatan Massal oleh pihak kecamatan lantaran beragama KRISTEN. Padahal, anaknya sudah mendapat rekom dari puskesmas.
“Direkomendasi untuk Tindakan Sunat,” tulis Dokter Puskes Duren Jaya pada formulir hasil skrinning (12/6).
MELATI juga tunjukkan bukti DITOLAK.
“Siang bu, kami dari Kelurahan, cuman mau beritahu aja sesuai instruksi Kecamatan kalau sunatan massal ini untuk yang beragama ISLAM saja,” tulis orang Kelurahan Duren Jaya melalui pesan WA.
Apa Kata Camat Bekasi Timur ?
Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati saat kami konfirmasi melalui pesan WA tidak mau menanggapi. Padahal, pesan sudah DIBACA.
“Emang Gw pikirin, saya yang berkuasa disini, tidak ada yang bisa ganggu kebijakan saya,” kira2 begitulah dugaan kita kepada bu Camat ini.
Kasi Kesos Kec. Bekasi Timur, Arie Setio mengatakan untuk beragama KRISTEN tahun depan bisa diakomodir mengikuti Sunatan Massal.
“Kami kira yang disunat itu agama ISLAM aja, kita gak tau kalau KRISTEN juga bisa disunat, ya tahun depan kita akomodir deh,” ujar Ari.
Apa Kata Rumah Sakit ?
Pihak RS. Mekar Sari, Dani selaku Pelayanan Medis mengatakan kegiatan Sunatan Massal ini ditujukkan untuk Kesehatan tanpa membeda-bedakan Suku, Ras, dan Agama.
“Kegiatan Sunatan Massal ini untuk Kesehatan, siapapun bisa mengikuti Sunatan Massal Gratis ini, yang penting ada rekom skrinning dari Puskesmas,” jelas Dani
/son












Komentar